Buruh Kecam Tudingan SBY Soal Demo BBM
ilustrasi (Foto:okezone)
JAKARTA- Bocoran rekaman pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuai reaksi dari banyak kalangan. Pasalnya dalam rekaman tersebut, SBY menyebut ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan pemerintahan dengan menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengaku terkejut dengan tuduhan aksi penolakan BBM merupakan upaya penjatuhan kekuasaan.
"Saya tegaskan perjuangan buruh murni dan tidak ada kepentingan politik sesaat," kata dia dalam pesan singkat kepada Okezone, Rabu (11/4/2012).
Kata dia, buruh menggelar aksi unjuk rasa hanya untuk memperjuangakan nasib. Aksi unjuk rasa besar-besaran buruh merupakan hak demokrasi yang dilindungi UU dan tidak boleh ada pengebirian demokrasi.
"Buktikan saja kalau aksi kami ada yg menunggangi, tuduhan ini sangat menyakitkan untuk anggota kami yang sudah berjuang dalam memperbaiki nasibnya," cetusnya.
Dia mengatakan, pada 1 Mei mendatang, sekira 100.000 buruh akan menggelar rapat akbar buruh di Gelora Bung Karno. Andi khawatir, kegiatan tersebut juga disebut upaya menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono.
"Jangan lagi dicurigai rapat akbar buruh besar-besaran merupakan upaya penjatuhan kekuasaan," tegasnya.
(ugo)