Loyalitas, Kunci Sukses Bisnis Kuliner
Ilustrasi : Corbis JAKARTA - Kamu tertarik menggeluti usaha bidang kuliner? Tahukah kamu jika salah satu kunci sukses dalam bidang ini adalah dengan bersikap loyal terhadap karyawan?
Hal ini disampaikan pendiri Bakmi Mbah Mo Murlidi dalam seminar kewirausahaan kuliner di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam kesempatan tersebut Murlidi menyebutkan, untuk membuat karyawan bersikap loyal kepada perusahaan, maka seorang pengusaha harus terlebih dahulu melakukannya kepada karyawan.
"Seorang pengusaha harus bersikap loyal kepada karyawan dengan menganggap mereka seperti majikan. Sebab, mereka berperan penting dalam kesuksesan sebuah usaha. Tanpa karyawan, usaha itu tidak akan berkembang," ujar Murlidi seperti disitat dari laman UMY, Selasa (3/4/2012).
Menurut Murlidi, untuk mendulang sukses dalam sebuah bisnis, khususnya bisnis kuliner, kita harus berani dan mampu membangun kualitas, terutama kualitas pelayanan yang diberikan pada konsumen. “Dengan membangun sebuah kualitas terbaik dalam pelayanan, maka konsumen akan nyaman. Kualitas pelayanan tersebut dibentuk dengan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas pula,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut Direktur Operasional Waroeng Group, Wahyu Nugroho menjelaskan, selain loyalitas, yang perlu ditunjukkan seorang pengusaha adalah sebuah komitmen. “Komitmen harus kita bangun bersama dengan para karyawan demi mewujudkan tujuan, yaitu mensukseskan usaha yang telah dibangun selama ini,” kata Wahyu menjelaskan.
Dia menuturkan, agar lebih memberikan tempat di mata konsumen, maka seorang pengusaha harus mampu menciptakan brand atau merek yang unik dan berkesan. “Menciptakan brand atau merek itu bisa kita mulai dari pemilihan nama, warna, slogan, dan pelayanan yang berbeda dengan usaha kuliner lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Pakar SDM Magister Management (MM) UMY Heru Kurnianto Tjahjono menerangkan, untuk mengembangkan sebuah bisnis khususnya bisnis kuliner, nilai atau teori dari negara barat, tidak semuanya dapat diterapkan. “Apa yang telah disampaikan oleh kedua pembicara ini membuktikan, metode yang mereka gunakan dapat memberikan keuntungan yang luar biasa,” tandasnya.
Heru menambahkan, metode yang digunakan oleh kedua pembicara sekaligus pebisnis ini sama halnya dengan hukum aksi reaksi artinya ketika memberikan sesuatu yang positif maka kita akan mendapatkan sesuatu yang positif pula. “Hal ini dapat diikuti oleh para pegusaha atau pebisnis lainnya. Yakinlah bisnis tersebut akan berkembang dan memberikan keuntungan yang baik,” kata Heru.(mrg)(rhs) BERITA TERKAIT Berita Terkait : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) MPR Gandeng UMY Bahas Empat Pilar Bangsa Amin Rais: Kampus UMY Berkualitas Terdapat Kesamaan Kebijakan Soeharto dan Anwar Sadat JK: Ingin Maju, Kuasai Teknologi Bahas Inovasi Berkelanjutan, UMY Undang 10 Negara Kurikulum PTM Butuh Perbaikan Masyithoh Belajar Bencana di Jepang Sukses Wawancara Kerja dari Ahlinya UMY Helat Job & Industrial Fair 2012Arsip » BERITA TERKAIT CLOSED ADS ADS CLOSED LIST COMMENT #basic-modal-disclaimer ol.numb